"TERWUJUDNYA USAHA KELAUTAN DAN PERIKANAN YANG MAJU DAN BERDAYA SAING UNTUK MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH”

Balado Ikan Teri

bahan-bahan membuat balado teri  :

Balado Ikan Teri


  • 400 gram teri tawar, rendam air hangat, tiriskan
  • Minyak secukupnya, untuk menumis dan menggoreng
  • 200 gram cabai merah
  • 16 butir bawang merah
  • 2 buah tomat, rebus
  • 1,5 sdt garam
  • 100 ml air
  • 4 buah jeruk limau, ambil airnya
  1. Panaskan minyak sampai mendidih, kemudian goreng teri sampai matang , angkat dan tiriskan, kemudian sisihkan.
  2. Tumbuk kasar  semua bumbu kecuali air, kemudian tumis sampai matang. Tambahkan air, dan aduk rata hingga mendidih.
  3. Terakhir masukkan teri goreng, aduk rata. Tambahkan air jeruk limau, aduk rata, angkat.
  4. Balado teri siap disajikan dengan nasi putih hangat.

Membangun Karakter Anak di Atas Pilar Al-Qur’an


Al Qur’an adalah sebuah Risalah yang di dalamnya berisi Huda  yaitu petunjuk bagi yang mengimaninya, yang menyelamatkan manusia di dunia dan akherat.  Metode  mendidik anak  mengikuti petunjuk Al-Quran adalah cara terbaik yang dapat umat Islam lakukan  sampai akhir jaman.
Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) menyelenggarakan talkshow “Mendidik  Karakter Anak di atas Pilar Al-Qur’an “. Talkshow ini merupakan rangkaian acara Festival Al-Qur’an Indonesia yang digelar oleh Asosiasi Penerbit Mushaf Alquran Indonesia (APQI).
Bertempat di Bayt al Qur’an TMII (28/7/11), Ratusan jama’ah majelis ta’lim dari Jakarta dan sekitarnya, serius mendengarkan para pembicara yang merupakan para pengurus PP Salimah yaitu Ustzh. Nurul Hidayati,SSi, MBA, ketua umum. Beliau berbicara tentang belajar dari dialog yang berlangsung antara Nabi Ibrahim dengan anaknya Ismail (QS as Shofat : 99 – 107). Dari percakapan ayah dengan anak ini, kita bisa mencontoh beberapa hal, diantaranya memanggil dengan panggilan terbaik, musyawarah, mengajarkan anak untuk mengambil keputusan dan mendidik anak agar berpikir kritis.http://salimah.or.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif
Ustzh Siti Faizah, alHafidzoh, ketua bidang pengembangan organisasi PP Salimah. Menyampaikan kiat-kiat menghafal al Qur’an. Allah menurunkan Al Qur’an bukan hanya untuk dibaca, melainkan juga sebagai huda, petunjuk bagi manusia. Untuk membiasakan anak berinteraksi dengan Al Qur’an, kita sebagai orang tua harus menyiapkan lingkungan yang mendukung, diantaranya kita juga harus memberi contoh. Untuk ibu yang hamil, atau anak-anak, dengan kita sering memperdengarkan Al Qur’an, akan membuat sang anak mudah mempelajari Al Qur’an.
Selanjutnya ustzh Hj. Sinta Santi, Lc, ketua bidang pembinaan umat PP Salimah  menyampaikan, masa yang berbeda akan membuat metode mendidik anak atau mengajarkan Al Qur’an kepada anak juga berbeda, walau isi Al Qur’an tidak pernah berbeda. Ajarkan anak-anak sesuai dengan zamannya. Dari QS Luqman, yang memuat pesan Luqman pada anaknya, kita dapat mengambil pelajaran, diantaranya;  Perintah yg merupakan penanaman modal agar anak-anak orang sholeh di manapun kapanpun tidak menyekutukan  Allah. Ibadah fisik belum tentu mengarahkan pelakunya kepada Iman.  Karena keimanan terkait juga dengan hati, karena itu jangan sampai ada penyekutuan Allah dalam diri kita. Pelajaran berikutnya adalah mengajarkan akhlaq kepada orangtua, juga agar kita tidak berlaku sombong.
Pembicara berikutnya, Ustzh Farida, dewan pakar PP Salimah menyampaikan pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Maryam. Diantaranya agar kita sebagai perempuan, sebagai ibu dapat menjaga jiwa, menjaga kehormatan diri, dan menjaga dien-agama. Sehingga kita dapat menjadi srikandi-srikandi Al Qur’an. Sebelum sesi tanya jawab, ditampilkan juga pembacaan asmaul husna, dipimpin oleh Ustzh Chamsinah, ustzh Nasiroh dan Ustzh Aminah.
Semoga kita dapat mengamalkan Al-Quran .

Apa ia?????

Kemenag akan Hapus Pesantren Modern?

PSDKP- Jum'at-- Kementerian Agama (Kemenag) dikabarkan akan menghapus pesantren modern melalui peraturan menteri. Nantinya, pesantren yang diakui hanyalah salaf atau tradisional.

Pesantren modern memiliki sistem pendidikan berjenjang, mulai madrasah ibtidaiyah hingga perguruan tinggi. Sedangkan pesantren salaf memiliki tradisi yang fokus pada pengajian kitab-kitab klasik atau turats.

Anggota Fraksi PDIP, Zainun Ahmadi, mengecam keras rencana penghapusan pesantren modern. Hal itu dinilainya sebagai kebodohan pemerintah sehingga nekat dan angkuh dalam bertindak. "Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua yang sudah ada sebelum zaman penjajahan," jelasnya, saat dihubungi, Rabu (18/4).

Pesantren dalam perkembangannya mengikuti dinamika zaman sehingga adaptatif. Pesantren tidak merasa hebat sendiri, sehingga menerima inovasi yang ada di sekitarnya. "Ini menunjukkan bahwa pesantren itu berkembang. Kenapa yang berkembang ini justru tidak diakui Kemenag?" tanya Zainun.

Menurutnya, konstitusi menetapkan 20% dari APBN untuk pendidikan. "Maknanya semual bidang dan jenjang, tanpa pilih kasih yang negeri-swasta, umum-agama, pesantren salaf dan non salaf," jelas politisi PDIP ini. Jika Permenag membedakan atau bahkan memisahkan, berarti Kemenag menabrak konstitusi.

"Konsekwensinya berat, selain gugatan uji materi terbuka, sesungguhnya telah menghancurkan Kemenag sebagai penyangga kelangsungan pesantren yang merupakan sistem pendidikan tertua," papar Zainun.(sumber Republika)

IKAN TONGKOL BUMBU KECAP

Bahan :
  • 3 ekor ikan tongkol ukuran sedang potong 1 cm lalu bersihkan dan goreng setengah kering (pakai ikan tongkol yang dagingnya tidak keras)
  • 2-3 sdm kecap manis
  • 200 ml air
Bumbu halus :
  • 5 butir bawang merah
  • 3 butir bawang putih
  • ½ sdt merica
  • 1 sdt garam
  • 1 mata asam jawa (bisa pakai tomat kecil)
Cara membuat :
  1. Tumis bumbu halus hingga harum lalu masukan ikan tongkol dan air masak sampai mendidih.
  2. Terakhir masukan kecap biarkan sampai bumbu meresap dan air habis.
  3. Angkat dan siap dihidangkan.

JENIS-JENIS TERUMBU KARANG

  Acropora Elseyi

Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora elseyi
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni menyerupai pohon cemara Kemiringan cabang beradaptasi dengan lingkungan Aksial dan radial koralit sama, keduanya kecil dengan dikelilingi dinding yang tebal.
Warna : Kuning atau krem dengan warna cabang lebih muda.
Kemiripan : A. Carduus dan A. longicyathus.
Distribusi : Perairan Indonesia, , Australia, Papua New Guinea dan Philipina.
Habitat : Fringing reefs dan Lereng karang yang dangkal. 










JENIS-JENIS TERUMBU KARANG

Acropora acuminata


Acropora cervicornis

 Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora cervicornis
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni dapat terhampar sampai beberapa meter, Koloni arborescens, tersusun dari cabang-cabang yang silindris. Koralit berbentuk pipa. Aksial koralit dapat dibedakan.
Warna : Coklat muda.
Kemiripan : A. prolifera, A. formosa.
Distribusi : Perairan Indonesia, Jamaika, dan Kep. Cayman..
Habitat : Lereng karang bagian tengah dan atas, juga perairan lagun yang jernih. 

Acropora Digitifera

 Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora digitifera
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni berbentuk digitata, umumnya permukaannya rata dengan ukuran bisa mencapai lebih dari 1 meter. Percabangannya kecil, berbentuk bulat atau pita. Aksial koralit kecil. Radial koralit berbentuk bulat, memiliki ukuran yang sama, pinggir koloni berwarna terang.
Warna : Jingga, krem atau kuning, sering berwarna biru muda. Umumnya memiliki warna krem atau kuning pada ujung koloni.
Kemiripan : A. japonica, A. humilis, A. gemmifera.
Distribusi : Perairan Indonesia, Philipina, Australia, Mikronesia, Jepang, Zanzibar, Tanzania.Habitat : Di daerah yang bergelombang dan perairan dangkal.

Acropora elegantula

 Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora elegantula
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni korimbosa seperti semak. Cabang horisontal tipis dan menyebar. Aksial koralitnya jelas.
Warna : Abu-abu dengan warna ujungnya muda.
Kemiripan : A. aculeus, dan A. elseyi.
Distribusi : Perairan Indonesia, Srilanka.
Habitat : Fringing reefs yang dangkal.


Forum Koordinasi Penanganan Pelanggaran


PSDKP-DKP Banten /// Untuk menyatukan persepsi dan fokus arah kegiatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, tugas dan fungsi Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) DKP Banten harus memiliki program yang jelas. Sasaran PSDKP hingga kedepan adalah terpantaunya kegiatan pemanfaatan SDKP dan Wilayah Pengelolahan Perikanan Banten secara terintegrasi dan terpenuhinya infrastruktur pengawasan secara akuntabel dan tepat waktu. PSDKP-DKP Banten  mulai meningkatkan koordinasi dengan lintas penegak hukum di laut melalui peningkatan koordinasi pelaksanaan operasi dengan TNI-AL, Polair, PPNS, dan kelembagaan pengawasan SDKP di daerah. Juga penerapan sistem pengawasan terpadu (Integrated Surveillance System/ISS) dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pengawasan SDKP (Pokmaswas), di tingkat Daerah.
Keterbatasan alat dan sumber daya manusia (SDM) di Bidang Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Prov. Banten yang dipimpin Bapak Iman Faturohman tersebut membuat pejabat dibawahnya harus lebih bijak untuk mengoptimalkan peralatan dan SDM-nya. Dari data sampai dengan 2011, Bidang PSDKP baru memiliki 1 unit kapal pengawas dan beberapa pengawas serta beberapa POKMASWAS yang ditugaskan pada daerah yang dinilai rawan pelanggaran serta dibagi dalam berbagai  wilayah kerja yaitu wilayah Selatan. Sementara untuk SDM, PSDKP hanya memiliki 10 peronel. ’’Sejujurnya untuk peralatan dan SDM kita masih sangat kurang. Akan tetapi, bagaimana cara untuk memaksimalkan yang ada untuk bekerja dan bekerja semaksimal mungkin,’’
Menyadari keterbatasan kapal pengawas yang dimiliki, Bidang PSDKP berupaya untuk mengcover pengawasan wilayah perairan Banten dengan melakukan peningkatan koordinasi dengan instansi terkait, khususnya koordinasi dalam pemanfaatan sarana prasarana pengawasan yang dimiliki oleh instansi penegak hukum lainnya. Hal ini telah dirintis pada tahun kebelakang dan akan ditingkatkan pada tahun selanjutnya dengan pengembangan dan implementasi ISS dan Vessel Monitoring System (VMS) VMS adalah implementasi teknologi informasi tingkat tinggi untuk mendukung kegiatan pengawasan SDKP. Untuk lebih mengoptimalkan fungsi VMS, ke depan melalui implementasi ISS akan dilakukan overlay data VMS dengan data-data pengawasan yang diperoleh melalui sarana pemantauan lainnya seperti radar pantai (coastal radar) dan MSA (marine surveillance aircraft) dan alat komunikasi (Alkom). Alkom tersebut ditempatkan pada pelabuhan perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten, UPT/Satker Pengawasan serta tempat-tempat pendaratan ikan serta Kelompok Pengawas (POKMASWAS) yang tersebar di Berbagai kabupaten/Kota. Hingga 2012 telah tersebar beberapa unit Alkom diseluruh Pokmaswas Kabupaten/Kota.

Penambangan Pasir
Kegiatan Penambangan pasir ilegal yang sekarang ini sering terjadi di beberapa wilayah membuat Gerah para Nelayan serta para Personil PSDKP Banten, mereka yang mempunyai kapal yang bias menyedot pasir sampai berton-tonan membuat penghasilan nelayan menurun, dan kegiatan tersebut sulit terpantau oleh PSDKP-DKP Banten karena koordinasi yang kurang dan Peralatan yang belum memadai, dengan hanya 1 kapal Pengawas (Patroli) yang mana kondisinya kurang memungkinkan membuat TIP Patroli PSDKP Belum bias memaksimalkan Daerah yang pasir lautnya di keruk oleh Pengusaha. Apalagi Kegiatan Penambangan pasir yang berada di Wilayah selatan, dengan jangkauan waktu yang memakan beberapa Jam Tim PSDKP Banten belum bisa menangani kegiatan Ilegal tersebut.

Pengambilan Terumbu Karang
Kegiatan ini yang sangatlah sulit untuk di jangkau oleh TIM PSDKP-DKP Banten, karena sering di lindungi oleh Pihak yang berwajib, apalagi mereka punya izin dari Pihak yang terkait, kadang-kadang akan sulit untuk memberikan peringatan kepada mereka, di satu sisi pihak DKP Prov. Banten menanam Terumbu Karang dengan taruhan nyawa, menyelam kekedalaman Laut untu melestarikan Alam namun di lain pihak ada Lembaga terkait yang memberikan izin mengambil terumbu karang tersebut.

Penebangan Mangrove
Pohon pencegah bencana ini sering di sepelekan oleh Nelayan, mereka menebang pohon ini untuk di jadikan kayu bakar, seperti yang terjadi di wilayah Lontar, kekurangan kesadaran Nelayan di wilayah tersebut akan membuat kesengsaraan mereka sendiri, karena dampak yang akan terjadi jika selalu menebang pohon ini.

Dengan kejadian-kejadian tersebut, Bidang Penendalian Sumberdaya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, mengadakan Forum Koordinasi Penanganan Pelanggaran supaya memperkecil tingkat Pelanggaran yang di laukan oleh Nelayan, Forum ini di Buka Oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Bapak Ir. H. Suyitno, MM dan di damping oleh Kepala Bidang PSDKP-DKP Banten Bapak Iman Faturohman, A.Pi serta di hadiri oleh Perwakilan dari Dinas Kabupaten/Kota dan dari pihak TNI AL, Polair Polda Banten, PPNS, saksi Ahli.
masukan kode shoutbox/buku tamu sobat di sini

Ngiringan