"TERWUJUDNYA USAHA KELAUTAN DAN PERIKANAN YANG MAJU DAN BERDAYA SAING UNTUK MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH”

Pernikahan Bukan Hiasan Kosmetik Kehidupan


Sumber : Islamedia
Misi besar sebuah pernikahan itu hakikatnya secara garis besar ada dua. Pertama, memperbanyak keturunan atau regenerasi agar manusia secara besama-sama mampu mengelola bumi sebagai nikmat besar yang diwariskan Allah SWT kepada manusia.
Kedua, misi pemeliharaan bumi dari tangan-tangan kotor para kaum pendosa yang akan merusak warisanNya tersebut. Karenanya, regenerasi yang diinginkan Alquran tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas, yaitu lahirnya generasi-generasi takwa.
 Dalam pandangan masyarakat modern, pernikahan dipandang tak lebih sebuah seremonial formal yang menandai berakhirnya masa lajang seseorang. Atau lebih dari itu, pernikahan dianggap sebagai institusi, dimana dua insan berlainan jenis dinyatakan sah hidup bersama di dalamnya.
 “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini yaitu; wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga).“ (QS Ali Imron: 14).
 Memang benar, siapa yang bisa menafikan betapa indahnya pernikahan? Mendapatkan suami yang ganteng atau istri yang cantik, pintar, serta berharta? Tentu ini menjadi dambaan setiap manusia. Apalagi bila sebuah keluarga dikarunia Allah SWT keturunan yang ganteng dan cantik pula serta mampu jadi orang terpandang pada masa dewasanya. Pasti akan jadi kebanggaan setiap orang tua.
 Tetapi jika hanya sebatas itu pemahaman kita tentang misi pernikahan, tentu tidaklah sempurna. Sebab dikhawatirkan institusi keluarga hanya berorientasi pada pemberdayaan anggota keluarga sendiri tanpa peduli pada keadaan sosial masyarakat sekelilingnya.
 Antara satu keluarga dengan keluarga lainnya tidak memiliki aksi dan misi bersama. Sebaliknya, mereka hidup sendiri-sendiri, bahkan saling adu gengsi untuk bisa mempertontonkan apa-apa yang bisa dibanggakan. Entah dari harta yang dimiliki, atau keturunan.
 Inilah kehidupan egoistik, materialistik dan individualistik yang sangat mungkin lahir dari paradigma pernikahan yang tidak sempurna. Hubungan antar anggota masyarakat pun boleh jadi hanya basa-basi. Lewat klub-klub olahraga, klub makan-siang, klub fitness, klub fans artis idola, arisan, dan lain sebagainya yang kering dari misi sosial.
 Kehangatan dan keakraban yang tulus pun tidak tumbuh. Lantaran semua interaksi itu tidak didasari visi dan misi untuk kebaikan bersama. Tapi tak lebih sekadar adu gengsi: pamer harta, pangkat, kekuasaan dan jabatan.
 Alquran tidak menafikan, pernikahan adalah institusi robbani yang memang disediakan bagi dua insan berlainan jenis untuk menyalurkan hasrat cinta dan kasih sayang antar sesama. Agar rumah tangga yang dibentuk itu menjadi terminal yang aman dan nyaman serta memberi ketenangan lahir-batin bagi seluruh anggota keluarga (QS Ar Rum: 21). Tapi bukan semata-mata itu tujuan pernikahan. Itu adalah misi antara dari tujuan hakiki yang harus dijalani.
 Lebih dari itu, sebuah keluarga yang akan dibangun haruslah dicita-citakan untuk tujuan yang lebih besar. Sebagai pabrik yang akan memproduk generasi saleh dan shalehah. Agar mereka menjadi pengelola dan sekaligus penjaga warisan Allah SWT, yakni bumi yang amat luar biasa kandungan kekayaannya.
 Itulah misi pertama dan utama bangunan pernikahan. Tak pelak bila Allah SWT menyebut pernikahan sebagai perjanjian agung (miitsaqon goliidzho) sebagaimana termaktub di dalam Alquran surat An Nisaa ayat 21.
 Sehingga pernikahan haruslah merupakan jembatan pertama bagi para anggota keluarga mengenali lingkungan sosialnya. Lalu berinteraksi dengan masyarakat lingkungannya, untuk selanjutnya bekerjasama dalam kebaikan.
 Antar keluarga di dalam sebuah masyarakat, seharusnya memiliki misi yang sama untuk mencapai kebaikan bersama. Karena itu, keluarga satu dengan lainnya di mana pun mereka berdominisili, haruslah memiliki link-link yang kokoh dalam kerangka menata kehidupan sosial masyarakat lingkungannya.
 Sebagai konsekuensi dari adanya kepentingan yang sama untuk mencapai kemashlatan bersama itu, maka setiap penyimpangan yang dilakukan oleh anggota keluarga siapapun, semua keluarga ikut bertanggungjawab mencarikan solusinya.
 Agar keseimbangan dan keharmonisan kehidupan sosial dapat terus dipelihara dan dipertahankan. Bila kesadaran bersama ini tumbuh kokoh, sangat kecil kemungkinan timbul disharmoni hubungan masyarakat.
 Wajar bila Islam memandang, bahwa keluarga adalah ibu peradaban. Darinya lahir masyarakat, budaya, dan peradaban. Bagaimana wajah sosial, budaya, dan peradaban sebuah komunitas atau bangsa, sesungguhnya merupakan cerminan pemahaman masyarakat itu tentang keluarga.
 Betapa sentral dan mendasarnya peran sebuah keluarga, menjadi alasan kenapa Islam mengarahkan setiap pemeluknya berhati-hati dalam mencari pasangan. Karena pernikahan bukan sekadar pertemuan dua jasad, dua hati, dan dua pemikiran. Tapi pernikahan hakikatnya, peristiwa berlangsungnya koalisi dua kekuatan iman untuk mencapai cita-cita agung.
 Karena itu Rasulullah SAW berpesan, “Wanita itu dinikahi atas 4 hal. Karena hartanya, karena kecantikannya, karena keturunannya, dan karena diennya. Maka ambillah wanita yang baik diennya. Pasti engkau akan beruntung.”
 Karena itu, pernikahan bukanlah sekadar hiasan kosmetik kehidupan. Namun betapa agungnya misi yang diembannya. Walau itu tentunya berat. Tapi sekali lagi, jangan takut menikah bagi mereka yang belum menikah. Wallahu’alam

Banten Kekurangan Belut



 Serang 9 April 2012
PSDKP-Serang /// Kebutuhan belut di Banten cukup tinggi. Tetapi hingga saat ini masih belum tercukupi lantaran rendahnya petani yang melakukan budi daya belut. Berdasarkan data DKP Banten, banten baru menghasilkan produksi belut sekitar 20 Ton. Belut-belut itu diperoleh dari kabupaten/Kota se-Banten.
Dikatakan , saat ini Banten hanya mengandalkan belut berasal dari alam atau sawah, bukan budidaya petani, ia mengaku, masih rendahnya petani budidaya belut lantaran masih minimnya pemahaman Masyarakat tentang tata cara budidaya belut. Padahal DKP Banten tidak henti-hentimya melakukan terobosan kepada Masyarakat yang ingin mebudidayakan Belut dengang cara mengirimkan petani Magang atau meberikan sarana untuk budidaya belut, tetapi memang belum optimal optimal. Apalagi kalau melihat kebutuhan belut yang terus meningkat.
Padaha budidaya belut ini sebagai potensi untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani. Artinya saat ini banyak orang-orang yang membutukan belut, terutama rumah makan.
          Dilihat dari komposisi gizinya, belut mempunyai nilai energi yang cukup tinggi, yaitu 303 kkal per 100 gram daging. Nilai energi belut jauh lebih tinggi dibandingkan telur (162 kkal/ 100 g tanpa kulit) dan daging sapi (207 kkal per 100 g). Hal itulah yang menyebabkan belut sangat baik untuk digunakan sebagai sumber energi.
Nilai protein pada belut (18,4 g/ 100 g daging) setara dengan protein daging sapi (18,8 g/ 100g), tetapi lebih tinggi dari protein telur (12,8 g/100 g). Seperti jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga usia lanjut.
Protein belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu leusin, lisin, asam aspartat, dan asam glutamat. Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen pada orang dewasa.
Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter.
Tingginya kadar asam glutamat pada belut menjadikan belut berasa enak dan gurih. Dalam proses pemasakannya tidak perlu ditambah penyedap rasa berupa monosodium glutamat (MSG).
Kandungan arginin (asam amino nonesensial) pada belut dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HGH). HGH ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.
Kaya Mineral dan Vitamin
Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/ 100g). Konsumsi 125 gram belut setiap hari telah memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu.
Zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi untuk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Zat besi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.
Belut juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor harus berimbang dengan kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi.
Fungsi utama fosfor adalah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyak dibandingkan saat-saat tidak mengandung, terutama untuk pembentukan tulang janinnya. Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan.
Kandungan vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik untuk digunakan sebagai pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, penglihatan, dan proses reproduksi.
Belut juga kaya akan vitamin B. Vitamin B umumnya berperan sebagai kofaktor dari suatu enzim, sehingga enzim dapat berfungsi normal dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B juga sangat penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah

Manfaat Pohon Patah Tulang

Tanaman yang berasal dari Afrika tropis ini menyukai tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung. Di Indonesia ditanam sebagai tanaman pagar, tanaman hias di pot, atau tumbuh liar dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 600 m dpl. Perdu, tumbuh tegak, tinggi 2-6 m, pangkal berkayu, banyak bercabang, bergetah seperti susu yang beracun. Tangkainya setelah tumbuh sekitar 1 jengkal akan segera bercabang dua yang letaknya melintang, demikian seterusnya sehingga tampak seperti percabangan yang terpatah-patah. Patah tulang mempunyai ranting bulat silindris berbentuk pensil, beralur halus membujur, warnanya hijau. Daunnya jarang, terdapat pada ujung ranting yang masih muda, kecil-kecil, bentuknya lanset, panjang 7-25 mm, cepat rontok. Bunga terdapat diujung batang, berupa bunga majemuk yang tersusun seperti mangkok, warnanya kuning kehijauan. Buahnya bila masak akan pecah dan melemparkan biji-bijinya. Selain digunakan sebagai tanaman obat, diketahui juga cabang dan ranting yang telah dikeringkan bila dibakar dapat mengusir nyamuk. Getahnya digunakan untuk meracun ikan sehingga mudah ditangkap, tetapi berbahaya bila mengenai mata karena dapat menyebabkan buta. Di Jawa, tanaman ini jarang berbunga. Perbanyakannya dapat dilakukan dengan stek batang

Nama Lokal :
Susuru (Sunda), kayu urip, pacing tawa, tikel balung (Jawa),; Kayu jaliso, kayu leso, kayu langtolangan, kayu tabar (Madura); Patah tulang (Sumatera), kayu potong (Kangean).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit lambung, rhematik, sifilis, nyeri saraf, penyakit kulit, kusta; Wasir, tulang patah, sakit gigi, tahi lalat membesar dan gatal, kutil; Tertusuk benda tajam (kaca), kapalan/penebalan kulit, keseleo;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Akar, batang kayu, ranting, getah.

KEGUNAAN:
Akar dan ranting:
- Sakit lambung.
- Rematik / tulang sakit.
- Sifilis.
- Wasir.
- Tukak rongga hidung.
- Nyeri syaraf, Batang kayu:
- Penyakit kulit, Kusta (Morbus Hansen).
- Kaki dan tangan baal.

PEMAKAIAN LUAR:
- Penyakit gatal, kudis, bisul.
- Tahi lalat membesar dan gatal.
- Herpes zooster, penyakit kulit menahun.
- Frambusia.
- Sakit gigi. Radang telinga, rematik, keseleo/terkilir. Kapalan/
   penebalan kulit (clavus), kutil.
- Tulang patah (fraktur). Tertusuk duri, pecahan kaca, tulang ikan, dsb.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: Akar & ranting dikeringkan, ditumbuk menjadi bubuk. Campur dengan lontong beras sampai merata, lalu dibuat pil kecil-kecil sebesar telur cecak, jemur. Dimakan bila perlu.
Pemakaian luar: Herba ditumbuk halus, diturapkan ketempat yang sakit seperti bisul, kurap, keseleo terkilir, patah tulang, luka. Herba ditumbuk halus, campur dengan susu untuk penyakit gatal-gatal, penyakit kulit, kurap, tumor, kutil, clavus,

CARA PEMAKAIAN:
1. Kulit tertusuk duri, pecahan kaca, dsb.:
Bagian tubuh yang kulitnya tertusuk duri atau pecahan kaca
dioleskan getah patah tulang. Getah itu akan mengeluarkan sendiri
duri-duri itu dari kulit.

2. Kapalan (clavus), kutil :
1/2 kg dahan dan ranting patah tulang setelah dicuci bersih direbus
dengan 4 iiter air sampai tersisa menjadi 2 liter. Bagian tubuh yang
kulitnya menebal atau ada kutilnya direndam dalam air godokan tadi
sewaktu masih hangat, selama 1/2 jam. Setelah dikeringkan,
oleskan param yang dibuat dari trusi yang telah ditumbuk halus
dicampur dengan putih telur, lalu dibalut.

3. Tulang patah (fraktur):
a. Kulit diatas tulang yang patah digosok dengan getah patah tulang.
b. Kulit luar dahan patah tulang digiling halus, Tempelkan diatas
tulang yang patah, lalu dibalut.
c. 3/4 genggam tangkai dan daun patah tulang, 1 genggam daun
srigi, dicuci lalu digiling halus, Ramas dengan 4 sendok makan air
garam, dihangatkan sebentar. Dipakai untuk menurap bagian
tubuh yang patah, lalu dibalut dengan daun bakung/ kulit randu.
Diganti 2 kali sehari.

4. Frambusia:
1/2 genggam patah tulang, 1/2 kepalan tangan gadung cina, dicuci
lalu ditumbuk halus. Aduk merata dengan 1 sendok makan getah
buah gondang dan 2 sendok makan getah buah pepaya muda,
Ramuan ini dipakai untuk melumas dan menurap kulit yang sakit.
Lakukan 2 kali sehari.

5. Tahi lalat yang membasar dan gatal:
Tahi lalat digosok dengan air jeruk nipis, lalu dengan kapas tahi
lalatnya dilumaskan getah patah tulang. Lakukan beberapa kali
sehari, bila sudah kering diulang. Hati-hati jangan kena mata.

6. Sakit gigi:
Beberapa tetes getah patah tulang. dengan kapas yang bersih
dilumaskan pada gigi yang sakit dan berlubang. Lakukan 1-2 kali
sehari, hati-hati jangan sampai mengenai gigi yang sehat.

Catatan :
Getah berbahaya bagi mata, dapat menyebabkan buta. Bila getah masuk ke dalam mata, cepat dibilas dengan air kelapa/santan.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Bau lemah, rasa mula-mula tawar, lama-lama menimbulkan rasa tebal di lidah. Getah beracun (toksik). KANDUNGAN KIMIA: Getah mengandung senyawaan euphorbone, taraksasterol, alfa-laktucerol, euphol, senyawaan damar yang menyebabkan rasa tajam ataupun kerusakan pada selaput lendir, kautschuk (zat karet) dan zat pahit.

Ciri-Ciri Obat Pelangsing yang Berbahaya

Penampilan di zaman skarang menjadi sangat penting baik itu dalam hal bentuk tubuh mapun fashion, sekarng ini memiliki bentuk tubuh langsing dan ideal menjadi impian semua orang tak hanya wanita kini pria pun semakin peduli akan tubuh ideal, tak jarang untuk memiliki tubuh langsing banyak dari mereka mengkonsumsi obat pelangsing berbahya karena tergiur akan hasil yang diiklankan di tv ataupun tempat lainnya.

Tak jarang kita salah mengkonsumsi oba pelangsing, dalam kandungan obat tersebut memang mempunyai efek samping mengurangi berat badan padahal obat tersebut bukanlan obat pelangsing. Berikut ini yang umum terjadi:

Obat diuretik yaitu obat yg sering di gunakan oleh masyarakat tuk merangsang BAK.Dengan obat diuretik berat badan Anda memang turun sesuai keinginan, tapi penurunan ini sebenernya membahayakan karena penurunan berat badan ini karena akibat berkurangnya cairan tubuh, lama lama akan membahayakan ginjal dan jantung. Jadi jangan gunakan obat diuretik sebagai obat pelangsing.

Obat pencahar (laksatif) juga sering digunakan, padahal jika digunakan tidak pada tempatnya akan berbahaya karena akan berefek mulai dari kekurangan cairan hingga infeksi saluran pencernaan. Jangan gunakan obat pencahar sebagai obat pelangsing.

Obat antipasmodik, dapat membuat perut kembung dan terasa kenyang. jangan gunakan jenis obat ini sebagai obat pelangsing
Obat digitalis. Obat ini semula adalah obat jantung, dan memang memiliki efek samping menurunkan berat badan. Obat ini lah yg menjadi penyebab penyakit anoreksia. Obat digitalis bukanlah obat pelangsing.

Namun yang harus anda perhatikan jika menemui produk obat pelangsing perhatikan kandungan Sibutramine, Phenolphthalein karena jika tedapat salah satu dari zat ini dipastikan masuk katagori obat pelangsing berbahaya.

Situ Cipondoh Resmi Milik Pemprov Banten


Situ Cipondoh, Banten. [google] Situ Cipondoh, Banten. [google]
[SERANG] Keberadaan aset negara  Situ Cipondoh yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, yang selama ini status kepemilikan sertifikat hak pengelolaan lahan (HPL) masih atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Jawa Barat (Jabar), kini resmi atas nama Pemprov Banten.

Hal ini terjadi setelah dilakukan balik nama oleh Pemprov Banten Dikatakan bahwa Kepala Kanwil  Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang Alim Bastian sudah memberikan persetujuan balik nama aset Situ Cipondoh dari Pemprov Jabar ke Pemprov Banten melalui dokumen balik nama dengan nomor DI203: 9313 dan DI307: 22752 tertanggal 3 April 2012.

Persetujuan balik nama aset tersebut dibuat berdasarkan berita acara serah terima aset Situ Cipondoh Nomor: 593/33/PIK/030/13-PLK/2007 tanggal 31/01/2007 yang ditandatangani oleh Danny Setiawan selaku Gubernur Jawa Barat dan Hj Ratu Atut Chosiyah selaku Gubernur Banten.

Dalam dokumen tersebut juga tercatat bahwa dalam HPL Situ Cipondoh diterbitkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 6587/Cipondoh, luas 1.261.757 meter persegi atas nama PT Griya Tri Tunggal Paksi berkedudukan di Jakarta berdasarkan SK Nomor: 625/HGB/KWBPN/1996 tertanggal 20 Agustus 1996, yang ditandatangani Kepala BPN Kota Tangerang saat itu yakni Imroni Anwar.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Provinsi Banten Zaenal Mutaqien, di Serang, Rabu (4/4) mengatakan, setelah proses balik nama tersebut selesai, maka tahapan selanjutnya adalah pengukuran lahan untuk memastikan batas-batas Situ Cipondoh serta untuk mengetahui bangunan-bangunan yang ada di sana.

“Jika saat proses pengukuran nanti diperoleh fakta bahwa ada masyarakat yang menempati bangunan di area Situ Cipondoh, maka Pemprov Banten akan melakukan eksekusi. Anggaran untuk melakukan itu semua, kemungkinan akan dialokasikan dalam APBD Perubahan Banten 2012. Sebab saat ini belum ada anggarannya," ujar Zaenal.

Menurut Zaenal,  Pemprov Banten dalam waktu dekat ini juga akan memanggil PT Griya Tri Tunggal Paksi selaku perusahaan yang memegang HGB di atas HPL Situ Cipondoh. Ditegaskan, jika pihak Griya Tri Tunggal Paksi tidak datang, maka akan diberi peringatan.

Apabila sudah diberi peringatan, tetapi masih saja tidak datang, maka Pemprov Banten akan melihat hak dan kewajibannya atas perjanjian dengan Pemprov Jabar apakah sudah dipenuhi atau belum.

"Jika terbukti tidak melaksanakan perjanjian, maka kami akan mengusulkan ke Kanwil BPN untuk mencabut HGB-nya. Urusan agunan ke bank itu urusannya mereka. Artinya, soal utang piutang itu menjadi urusan PT Griya Tri Tunggal Paksi. Kami tidak tahu soal itu, yang jelas kami akan cabut HGB-nya," tegas Zaenal. [149]

TSUNAMI


DAMPAK GLOBAL WARMING : ANCAM TERUMBU KARANG DI DUNIA DAN KHUSUSNYA PERAIRAN BANTEN

=========================================
 Dikutip dari Kompas.com

PSDKP BANTEN, RABU - Dunia telah kehilangan hampir 20 persen terumbu karangnya akibat emisi karbon dioksida, demikian laporan yang disiarkan di Poznan, Polandia, Rabu (10/12).  Laporan yang dirilis Global Coral Reef Monitoring Network ini merupakan upaya memberi tekanan atas peserta konferensi PBB mengenai iklim agar membuat kemajuan dalam memerangi kenaikan suhu global.
“Jika kecenderungan emisi karbon dioksida saat ini terus berlangsung, banyak terumbu karang mungkin akan hilang dalam waktu 20 sampai 40 tahun mendatang, dan ini akan memiliki konsekuensi bahaya bagi sebanyak 500 juta orang yang bergantung atas terumbu karang untuk memperoleh nafkah mereka,” ungkap laporan tersebut.
“Jika tak ada perubahan, kita akan menyaksikan berlipatnya karbon dioksida di atmosfer dalam waktu kurang dari 50 tahun,” ujar Carl Gustaf Lundin, pimpinan program kelautan global di International Union for Conservation of Nature, salah satu organisasi di belakang Global Coral Reef Monitoring Network.
“Karena karbon ini diserap, samudra akan menjadi lebih asam, yang secara serius merusak sangat banyak biota laut dari terumbu karang hingga kumpulan plankton dan dari udang besar hingga rumput laut,” tambahnya.
Saat ini, perubahan iklim dipandang sebagai ancaman terbesar bagi terumbu karang. Ancaman utama iklim, seperti naiknya temperatur permukaan air laut dan tingkatan keasaman air laut, bertambah besar oleh ancaman lain termasuk pengkapan ikan secara berlebihan, polusi dan spesies pendatang.
Yang membesarkan hati dari laporan tersebut adalah sekitar 45 persen terumbu karang saat ini masih berada dalam kondisi sehat.  Harapan lainnya adalah kemampuan sebagian terumbu karang untuk pulih setelah peristiwa besar “bleaching” akibat air yang menghangat, dan menyesuaikan diri dengan perubahan iklim.
“Laporan itu merinci konsensus kuat ilmiah bahwa perubahan iklim harus dibatasi pada tingkat minimum absolut,” ungkap Clive Wilkinson, Koordinator Global Coral Reef Monitoring Network.
Laporan tersebut juga menyatakan terumbu karang memiliki peluang lebih tinggi untuk bertahan hidup pada saat perubahan iklim terjadi, jika faktor tekanan lain yang berkaitan dengan kegiatan manusia diperkecil.
Selain perubahan iklim yang kan merusak Terumbu Karang, factor yang paling krusial adalah dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab dimana mereka mengambil Terumbu Karang dengan cara di Congkel dan sebagainya.
masukan kode shoutbox/buku tamu sobat di sini

Ngiringan